Menu Tutup

Makbulnya Doa Anak Yatim Piatu

“Apakah Doa dari Para Anak Yatim Piatu Itu Pasti Mustajab”?

Tiada satupun keterangan yang menjelaskan mengenai hal tersebut, yakni “Doa anak yatim piatu pasti makbul”. Hanya terdapat “larangan menghardik/ menyakiti” anak yatim piatu saja.

Allah SWT. berfirman di Surah Ad-Dhuha ayat 9 yang memiliki arti sebagai berikut:

“Adapun anak yatim, janganlah kau menghardiknya.” (Ad-Dhuha:9)

Allah berfirman bahwa janganlah kita menghardik dan berbuat kasar kepada anak yatim. Rasulullah SAW. juga memrintahkan kita untuk menyayangi anak yatim. Dalam satu hadist, Rasulullah pernah bersabda,

“Aku dan orang yang mengurus (menanggung) anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan (kedua jari yaitu) telunjuk dan jari tengah serta agak merenggangkan keduanya.” (HR. Imam Al-Bukhari).

Rasulullah SAW. mengisyaratkan bahwa orang-orang yang menanggung anak yatim akan tinggi kedudukannya dan akan cepat masuk surga nantinya. Begitu besar nikmat akhirat yang akan didapatkan bagi orang-orang yang menjaga dan bahkan menyantuni anak yatim. Meski tidak ada dalil yang menyatakan doa anak yatim mustajab namun Allah SWT. berjanji akan mempercepat terkabulnya doa-doa orang yang menyantuni anak yatim.

Kegiatan “Santunan anak yatim” biasanya dibarengi dengan kegiatan “Doa bersama” para “anak yatim piatu”. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang menjadi kelaziman di setiap acara-acara baik itu acara “ulang tahun”, “buka puasa bersama”, “khitanan”, “pernikahan”, “tadarusan bersama”, “pergi maupun kembali umroh ataupun haji”, serta berbagai acara lainnya. Dengan menyantuni anak yatim piatu berharap dari Doa yang mereka panjatkan akan dimakbulkan oleh Allah SWT.

“Panti Asuhan YBMI” merupakan salah satu dari sekian banyaknya panti asuhan yang berlokasi di “Semarang”. Rutin mengadakan kegiatan “ Bukber puasa sunah senin kamis dan Doa bersama” dengan memanjatkan Doa-doa baik dari permintaan para “donatur” maupun “calon donator”.

Kita hanya berusaha agar semua hajat yang sedang dan akan kita inginkan terwujud adanya. “Berdoa” yang terbaik ialah dengan saling mendoakan yang terbaik bagi sesama.

Setelah kegiatan doa bersama selesai secara keseluruhan biasanya para donatur maupun calon donatur memberikan “santunan kepada para anak yatim piatu”.

Dengan kita memuliakan anak yatim ini berarti sama saja kita telah “melaksanakan perintah Allah” dan “Rasulullah Nabi Muhammad SAW”.

Betapa mulianya diri kita untuk memberikan “perhatian kepada anak yatim piatu” yang lemah, tiada memiliki orang tua serta tiada naungan orang dewasa dalam kehidupannya. Jika kehidupan  yang kita jalani selaras dengan perintah Allah SWT dan Rasulullah Nabi Muhammad SAW, kita pasti akan merasakan suasana yang indah dan damai. Mengapa? Karena kepekaan kita terhadap orang kita khususnya anak yatim piatu telah kita curahkan setulus hati, tenaga dan pemikiran kita.

Maka sebelum berdoa ada baiknya kita perhatikan nasib orang di sekitar kehidupan kita. Insya Allah apa yang telah, sedang serta akan  kita hajatkan “makbul” adanya. Seperti makbulnya Doa dari para anak yatim piatu yang kita berikan perhatian dan kita santuni.

Translate »
WhatsApp us