Menu Tutup

4 Amalan di Bulan Rajab

Bulan Rajab merupakan bulan persiapan menuju bulan Ramadhan. Saat ini kita telah memasuki bulan Rajab. Rasulullah, para sahabat dan juga para orang sholeh tidak pernah menghilangkan kesempatan untuk beribadah di bulan ini. Bulan Rajab diumpamakan seperti bulan untuk menanam benih sedangkan bulan menunaikan merupakan bulan Ramadhan maka sangat sayang untuk dilewatkan.

Rasulullah sangat memperhatikan amalan di bulan Rajab karena di bulan ini memiliki banyak keutamaan, salah satunya terdapat satu malam yang mustajab jika berdoa sebagaimana hal itu ditegaskan oleh Imam Syafi’i dalam kitab al-Umm:

    بَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمْسِ لَيَالٍ:

 فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةِ الْأَضْحَى، وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ  

Maknanya: “Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam Jumat, malam hari raya Idul Adha, malam hari raya Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya’ban.”

Malam pertama bulan Rajab sudah berlalu bagi yang belum mengoptimalkannya masih bisa mengejar di malam-malam setelahnya selama bulan Rajab.

Ulama menganjurkan amalan yang utama dilakukan pada bulan Rajab diantaranya:

  1. Memperbanyak membaca istighfar dan dzikir lainnya

Dzikir yang sangat dianjurkan dibaca pada bulan Rajab adalah istighfar yang berbunyi:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ

Latin: Rabbighfirli warhamni watub ‘alayya.

Artinya: Ya Tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku.

2. Memperbanyak melakukan puasa sunnah

Rasulullah SAW selalu mengerjakan puasa bulan Rajab. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya:

“Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman ibn Hakim al-Anshari berkata, aku bertanya kepada Sa’id ibn Jubair tentang puasa Rajab, padahal pada waktu itu di bulan Rajab, dia menjawab, aku pernah mendengar Ibn Abbas berkata, Rasulullah SAW berpuasa (Rajab) terus hingga kami berkata, beliau tidak berbuka, dan (pada waktu yang lain) beliau berbuka hingga kami berkata, nabi tidak puasa.” (HR. Muslim).

Makruh hukumnya jika dilakukan selama 1 bulan penuh. Disarankan melakukan puasa Rajab dilakukan dengan bertepatan pada hari-hari utama dalam bulan Rajab. Seperti pada ayyâmul bîdh (tanggal 13, 14, dan 15), hari Senin, Kamis, dan Jumat. Puasa Rajab juga bisa dilaksanakan dengan satu hari berpuasa dan satu hari tidak (puasa Daud). 

Bagi orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan, diperbolehkan untuk mengqadhanya bersamaan puasa sunah Rajab. Bahkan, menurut Sayyid Bakri Syattha’ (w. 1892 M.) dengan mengutip fatwa Al-Barizi, andaikan puasanya hanya niat qadha, maka otomatis juga memperoleh kesunahan puasa Rajab. (Sayid Bakri, Hâsyiyah I’ânah at-Thaâlibîn, juz 2, halaman: 224). 

3. Memperbanyak sedekah

Bersedekah termasuk amalan yang sangat baik untuk dilakukan pada saat bulan Rajab. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

“Nabi Muhammad SAW bersabda, siapa yang sedekah di bulan Rajab maka Allah Ta’ala menjauhkan dirinya dari neraka sejauh jarak terbang seekor burung elang yang terbang dari kecil hingga mati.”

4. Memperbanyak sholat sunnah

Memperbanyak sholat sunnah terutama sholat malam menjadi amalan baik pada bulan Rajab. Keutamaan yang besar pada bulan Rajab sangat sayang untuk dilewatkan untuk berdoa baik pada saat shalat maupun diluar sholat. Sedangkan salah satu tempat diijabah doa adalah pada saat sholat.

Translate »
WhatsApp us